Minggu, 28 Desember 2014

Apa itu Hipnoterapi ?



Saya tahu pasti anda mnanyakan setiap postingan saya tentang hipnoterapi.. Sebenarnya..apa sih yg dimaksud dgn hipnoterapi? Bagaimana mekanismenya? Ap yg dihasilkan? Berbahaya tidak?

Maka pada kesempatan ini saya jawab!

Hipnoterapi adalah suatu bentuk teknik penyembuhan penyakit dengan menggunakan media hipnosis

Mekanismenya, bahwa setiap manusia mempunyai pikiran sadar dan bawah sadar, dimana pikiran sadar menentukan logika, pengambilan keputusan, analisa, tindakan dan menyimpan memori jangka pendek, namun pikiran bawah sadar tersimpan memori jangka panjang, perasaan, emosi dan sebagainya. Pada dasarnya setiap permasalahan manusia pasti mempunyai akar masalah yang dulu pernah terjadi, kemudian semasa hidupnya ditambahkan dengan kejadian2 yg smakin mndukung akar masalah sehingga mnjadi nilai/belief skrg, dan berefek pada fisik atau psikis,
contoh:
Nina dulu pernah pacaran kemudian dikhianati pacarnya, beberapa bulan kemudian Nina dekat dengan cowo, tapi dikhianati lagi, dekat lagi, dikhianati lagi. Akhirnya sekarang pikiran bawah sadar Nina menyimpulkan "semua cowo sama aja" bahkan Nina tidak percaya trhdp laki-laki. Parahnya lagi, Nina malah nyaman sama cewe. Akhirnya Nina Lesbi.
Contoh lain:
Adi sekarang nilai Matematika nya jelek. Berusaha sekeras apapun tetap gagal. Ternyata, dulu kelas 3SD dia pernah dihukum gurunya matematika joget di depan kelas karena adi telat masuk. Saking marahnya akhirnya Adi membenci gurunya. Sejak itu dia tidak suka belajar matematika. Ditambah dengan beberapa ejekan dari teman2, sehingga dia benci belajar matematika. Akhirnya setelah dewasa, Adi selalu jelek nilai matematika nya.

Diatas saya contohkan dalam bentuk yang berbeda, dimana ada SEBAB+PENDUKUNG SEBAB=AKIBAT.

Nah, disinilah peran hipnoterapi itu penting, kita temukan penyebabnya, kita beri pengertian baru, sehingga nilai nya berubah. Akhirnya mreka bisa normal kembali.

Sekali lagi, tidak ada efek samping.. Yang pasti, jika anda mempunyai keluhan, percayakan pada terapis yg tepat yg anda percayai.

Add + like
www.facebook.com/rebornhipnoterapi

By.
Hendri Leksono, S.Si, CH, CHt, CI.
Hipnoterapis
085640077808 / 25F913CE
SMG

Kamis, 25 Desember 2014

Sejarah Hipnosis

Sejarah hipnosis adalah catatan tentang perkembangan konsep, keyakinan, dan praktik yang berkaitan dengan fenomena Trance, Hipnosis dan Hipnoterapi dari zaman prasejarah sampai zaman modern. Karena hipnosis adalah fenomena alamiah manusia, maka sejarah hipnosis juga berumur setua manusia. Pemanfaatan Fenomena hipnosis untuk pengobatan sudah tercatat sejak ribuan tahun yang lalu, meskipun istilah hipnosis baru pertama kali diperkenalkan oleh James Braid pada tahun 1842. Braid mengadopsi istilah hipnotisme sebagai suatu kondisi pikiran (state of mind) subject dan bukan teknik yang diaplikasikan oleh operator, untuk membedakan pendekatan Braid (yang unik dan berpusat kepada subjek/klien) dengan para Mesmerist yang berpusat kepada operator.


Tradisional Hipnosis

Meskipun istilah hipnosis belum dipergunakan, namun metode-metode pengobatan yang memanfaatkan fenomena hipnosis/trance sudah banyak dilakukan sejak zaman sebelum masehi.

4000 SM

Di Assyo Babylonia, data arkeologis menunjukkan adanya praktik pengobatan oleh pendeta dengan pemanfaatan pembakaran dupa dan pembacaan doa . Api digunakan agar pasien konsentrasi. Sang pendeta memandang mata sang klien, pada saat yang sama disampaikan doa permintaan kepada Tuhan untuk mengusir penyakit. Selama proses penyembuhan diiringi dengan bunyi-bunyian tifa dan gong.

2000 SM

Wang Tai peletak dasar pengobatan Cina mengajarkan bagaimana memanfaatkan pikiran pasien untuk membantu menghilangkan penyakit baik fisik maupun emosi. Kitab Hindu Weda bahkan mengajarkan metode agar pasien memfokuskan pikiran terhadap organ tubuh tertentu yang memerlukan penyembuhan.

1552 SM

Pada manuskrip di Mesir dilaporkan ada praktik dokter saat itu yang menyembuhkan pasiennya dengan cara tangan sang dokter memegang kepala pasien, sang pasien kemudian menutup mata dan konsentrasi kepada bagian tubuh yang sakit, Sang dokter memperoleh kekuatan untuk menyingkirkan peyakit.

1200 SM

Dokter Yunani , Aesclepius melakukan ritual penyembuhan dengan membuat bangunan suci tidur . Pasien diminta tidur dan mendapakan penyembuhan melalui mimpi.

1000 SM

Di Mesir terdapat bangunan suci yang dipergunakan khusus untuk ritual penyembuhan. Pendeta melakukan penyembuhan dengan kekuatan sentuhan dan kata-kata.

928 SM

Di Yunani, Chiron seorang dokter pada saat itu melakukan operasi dengan membuat pasien terlebih dahulu masuk ke dalam keadaan trance yang diperoleh melalui menghirup aroma wewangian dan mendengarkan rapalan doa.

400-377 SM

Dokter Yunani , Hyppocrates memperkenalkan keadaan trance yang merupakan proses penyembuhan juga bagian dari upacara pelulusan . Ia pecaya bahwa karakter, kepribadian dan sikap mental pasien berkaitan erat dengan tipe penyakit yang diderita. Bahkan Hyppocrates mengatakan “jauh lebih penting mengenal orang yang mengalami penyakit tertentu ketimbang mengetahui penyakit apa yang di alami orang”. Ia juga mengatakan “Rasa sakit dialami oleh tubuh, Sang jiwa melihatnya sambil menutup mata”.

300-270 SM

Raja Phyrus dari Mesir adalah Raja-Pendeta yang menyiapkan tempat yang berguna untuk berdoa sekaligus tempat penyembuhan. Dia memberi nama “ Bangunan Suci Tidur”. Para peneliti menemukan pula dokumen dan gambar yang menunjukkan posisi tubuh pasien yang dalam saat ini dinyatakan sedang terinduksi dan mengalami trance.

70 SM

Kaisar Roma, Vespassian mengatakan bahwa ia bisa melakukan penyembuhan hanya dengan menggunakan sentuhan. Injil menyatakan fenomena penyembuhan alamiah jiwa-tubuh hingga dengan kekuatan supranatural. Dengan keyakinan kepada Tuhan, adanya penyakit menandakan adanya hukuman, penyembuhan dimaknai dengan adanya pemaafan.

Tahun 1060

Raja Edward dari Inggris menyatakan ia dapat melakukan penyembuhan dengan menyentuh.


Magnetism & Mesmerism

Paracelsus

Paracelsus (Einsiedeln, Swiss, 11 November atau 17 Desember 1493 - 24 September 1541) adalah alkimiawan, dokter, astrologer, dan ahli okultisme dari Swiss. Terlahir dengan nama Phillip von Hohenheim, ia mengubah namanya menjadi Philippus Theophrastus Aureolus Bombastus von Hohenheim dan belakangan menjadi Paracelsus, yang berarti "sama atau lebih hebat dari Celsus", seorang dokter Romawi dari abad ke-1. Paracelsus adalah pionir penggunaan zat kimia dan mineral dalam kedokteran. Ia sering pula dianggap sebagai bapak toksikologi.
Paracelsus (1493-1541) adalah Dokter dari Swiss, yang pertama kali menggunakan media magnet dalam pengobatan. Banyak pasiennya yang menyatakan sembuh setelah tubuhnya dilewati magnet oleh Paracelsus.

Johann Joseph Gassner

Johann Joseph Gassner (1727-1779), Seorang imam Katolik pada waktu itu, percaya bahwa penyakit disebabkan oleh roh-roh jahat dan bisa diusir dengan mantra dan doa.

Maximilian Hell

Maximilian Hell (1720-1792), Pendeta Jesuit yang menggunakan lempengan logam sebagai media penyembuhan. Salah satu muridnya adalah Franz Mesmer.

Franz Anton Mesmer

Franz Anton Mesmer lahir di Moos, Baden-Württemberg, 23 Mei 1734 – meninggal di Meersburg, Baden, 5 Maret 1815 pada umur 80 tahun adalah seorang dokter Jerman yang tertarik kepada bidang astronomi, dan mengemukakan teori bahwa ada perpindahan energi alami yang terjadi antara semua benda bergerak (mahluk hidup) dan benda tidak bergerak (benda mati) yang disebutnya sebagai magnetisme binatang, dan kemudian disebut juga sebagai mesmerisme. Evolusi dari ide dan praktek penyembuhan yang dilakukan Mesmer mendorong seorang ahli bedah Skotlandia bernama James Braid untuk mengembangkan hipnosis pada tahun 1842. Kata Mesmer kemudian menjadi akar kata untuk istilah "Mesmerisme".

Franz Anton Mesmer (1734 – 1815) meyakini bahwa ada kekuatan magnetik dan cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh manusia. Apabila cairan dalam tubuh seseorang tersumbat atau tidak lancar maka orang tersebut menjadi sakit secara fisik ataupun mental. Mesmer meng-klaim bahwa dirinya memiliki kekuatan magnetis yang mampu melepaskan sumbatan dan memperlancar aliran cairan dalam tubuh manusia dan menyembuhkan penyakitnya. Teori Mesmer terdengar ilmiah, dan kebetulan bertepatan dengan penemuan listrik dan perkembangan astronomi pada masa itu. Mesmer diyakini sebagai dokter pertama yang memahami hubungan trauma psikologi terhadap penyakit. Dia memperkenalkan keadaan seperti trance kepada pasien, yang kelak dikenal sebagai mesmerism, dan dengan sukses mampu mengatasi kelainan pada saraf. Metode ini dinamakan sebagai animal magnetism dan populer dengan sebutan Mesmerisme. Teknik ini menjadi dasar bagi hypnotherapy modern. Melalui efek sugesti yang ditimbulkan dalam proses pengobatannya, banyak pasien yang berhasil disembuhkan dan membuat Mesmer menjadi terkenal & kaya serta menimbulkan pro dan kontra dikalangan dokter pada saat itu.
Tahun 1784 Raja Louis XVI membentuk komite khusus untuk menyelidiki metoda pengobatan Mesmer yang beranggotakan Ahli Kimia Antoine Lavoisier, dokter dan ahli Fisika Joseph Ignace Guillotin, Ahli Astronomi Jean Silvain Bailly, dan Duta Besar Amerika Benjamin Franklin. Komite tersebut menyimpulkan bahwa kesembuhan yang dialami pasien adalah akibat dari kepercayaan dan imajinasi pasien tersebut, dan tidak terjadi karena transfer energi yang tidak nampak (animal mesmerisme) dari mesmerist kepada pasiennya.

Marquis de Puységur

Marquis de Puységur adalah Murid dari Mesmer, yang pertama kali menciptakan dan menjelaskan istilah Somnambulism.

Abbé Faria

Abbé Faria adalah pendeta Portugis yang mengklaim bahwa fenomena magnetisme terjadi karena kekuatan pengharapan dan kerjasama dari dalam pikiran pasien. Teori Faria ini dikembangkan oleh penerusnya dan memberikan kontribusi yang besar terhadap teknik autosugesti.

Dr. James Esdaile

Dr. James Esdaile (1805-1859), Seorang dokter Skotlandia yang diberitakan telah melakukan 345 tindakan operasi besar termasuk amputasi dengan memanfaatkan keadaan trance mesmerisme sebagai anastesia alamiah.



Conventional Hipnosis

Pada masa inilah istilah hipnosis pertama kali dipergunakan dan metode pengobatannya mulai beralih kepada client centered. Meskipun menggunakan metode client centered namun para dokter dan psikolog pada masa ini masih menggunakan gaya yang Authoritarian

James Braid


James Braid (19 Juni 1795 - 25 Maret 1860) lahir di Ryelaw House, di parish of Portmoak, Kinross, Skotlandia, merupakan anak dari James Braid dan Anne Suttie. Ia menikah dengan Margaret Mason (atau Meason) pada tanggal 17 November 1813. Mereka memiliki dua anak, James (lahir 1822), dan seorang putri.
James Braid adalah seorang dokter dan ahli bedah Skotlandia, yang mengkhususkan diri dalam mata dan kondisi otot, Braid merupakan pelopor penting dan berpengaruh hipnotisme dan hipnoterapi. James Braid adalah orang pertama yang mengadopsi istilah hypnosis sebagai singkatan bagi Neuro-hipnotism atau tidur saraf, melalui karyanya berjudul Neurypnology[1]. Braid dianggap oleh banyak orang sebagai "hipnoterapis" asli pertama dan sebagai "Bapak Hipnotisme Modern". [2]


James Braid (1795 – 1860), Seorang dokter dan ahli bedah dari Skotlandia, dengan spesialisasi pada kondisi mata & otot. James Braid-lah yang pertama kali memperkenalkan istilah hypnosis / hypnotism. Tahun 1843 Braid menerbitkan karyanya yang berjudul “Neurypnology or The Rationale of Nervous Sleep Considered In Relation With Animal Magnetism“. [1] Setelah menyimpulkan bahwa fenomena yang dialami pasien dalam proses magnetisme adalah Fenomena tidurnya saraf, Braid menyebut fenomena tersebut hypnotism, singkatan dari neuro-hypnotism. Hypnos sendiri merupakan nama Dewa Tidur & Mimpi dari Yunani.
Braid bekerja sama dengan Profesor William Benjamin Carpenter, seorang neuro-psikolog yang memperkenalkan teori sugesti ideo-motor reflex. Braid lalu mengasimilasikan pengamatan Carpenter kepada teorinya sendiri, menyadari bahwa pengaruh fokus perhatian adalah untuk meningkatkan respon ideo-motor reflek.
Tahun 1847 Braid menemukan bahwa semua fenomena utama hipnotisme seperti katalepsi, anastesia dan amnesia, dapat diinduksi “tanpa tidur”. Berdasarkan penemuan itu, Braid menyadari bahwa pilihan kata hypnosis kurang tepat, dan mencoba mengubahnya menjadi “monoideism” yang berarti konsentrasi / fokus kepada satu ide. Tetapi sudah terlambat, karena kata hipnosis sudah menjadi populer.
James Braid kemudian dikenal oleh banyak orang sebagai Hypnotherapist pertama dan Bapak Hypnotisme Modern.

Ambroise-Auguste Liébault

Ambroise-Auguste Liébault (1864 – 1904) Merupakan pendiri dari Nancy School dan orang pertama yang menuliskan pentingnya kerjasama atau building rapport antara Hypnotist dengan pasiennya.

Hippolyte Bernheim

Hippolyte Bernheim Merupakan rekan dari Liébault dan ikut mendirikan Nancy School. Bernheim menuliskan risalah ilmiah yang pertama tentang hypnosis berjudul Suggestive Therapeutic pada tahun 1886.

Jean-Martin Charcot

Jean-Martin Charcot (1825 – 1893) adalah seorang ahli saraf dari Perancis yang tidak setuju terhadap ide Liébault dan Bernheim bahwa sugesti adalah faktor penting dari hypnosis. Charcot berpendapat bahwa hypnosis hanyalah manifestasi lain dari suatu histeria. Terjadi pertentangan antara dua pemikiran tersebut, dan sejarah pada akhirnya membuktikan bahwa pendapat Charcot salah dan Liébault dan Bernheim yang benar.
Pada masa inilah proses Post Hipnotic Suggestion dideskripsikan untuk pertama kalinya. Terjadi peningkatan yang luar biasa pada sensor acuity dan memori/ingatan seseorang dibawah kondisi hypnosis. Mulailah terjadi pergeseran aplikasi hypnosis dari yang semula digunakan oleh para dokter bedah (untuk anastesia), kemudian diaplikasikan oleh para ahli saraf untuk kesehatan mental/psikologis.
Hasil kerja & penelitian Charcot kemudian dilanjutkan oleh muridnya yaitu Pierre Janet yang mengungkapkan teori dissociation.

Sigmund Freud


Sigmund Freud (1856 – 1939) adalah neurolog asal Austria yang menemukan psikoanalisis. Konsep teori Sigmund Freud yang terkenal adalah tentang pikiran bawah sadar (unconscious mind) yang mengendalikan sebagian besar perilaku manusia.
Setelah mendengar tentang Liébault dan Bernheim pada tahun 1890 Freud berkunjung ke Nancy. Pada awalnya, Freud adalah seorang pendukung antusias hypnotherapy, dan menekankan regresi hypnosis dan abreaction (katarsis) sebagai metode terapi. Bersama dengan Joseph Breuer Freud mengembangkan teknik abreaction therapy menggunakan hypnosis. Namun, karena sering gagal melakukan proses hypnosis terhadap pasien, Freud secara bertahap meninggalkan hypnotisme dan menggunakan metode baru untuk menyembuhkan penderita tekanan psikologis menggunakan psikoanalisa.
Penolakan Freud terhadap hipnosis menyebabkan kemunduran hipnosis dalam dunia medis, meskipun demikian praktik stage hipnosis tetap populer pada masa itu.
Pada periode ini terjadi peristiwa penting dalam dunia hipnosis yaitu:
  • Konggres Hipnotisme Internasional yang pertama pada tanggal 8-12 Agustus 1889
  • Pada tahun 1892 British Medical Association mengesahkan penggunaan hipnosis untuk terapi dan menolak teori mesmerisme dalam acara meeting tahunan BMA.

Modern Hipnosis

Pada masa ini peranan client dalam suatu proses hipnosis atau hipnoterapi memegang peranan penting. Para terapis mulai menggunakan gaya yang Permissive
Tahun 1951 adalah tahun berdirinya National Guild of Hypnotist (NGH), yang merupakan organisasi hipnotis profesional pertama.
Pada tanggal 23 April 1955 British Medical Association (BMA) menyetujui penggunaan hypnosis dalam psikoneurosis dan hypnoanesthsia dalam pain management proses melahirkan dan pembedahan. BMA juga menyarankan agar semua dokter dan mahasiswa kedokteran menerima pelatihan Hypnotherapy Fundamental.

Pandangan Gereja Katolik dan asosiasi Medis Amerika

Pada tahun 1956 Paus Pius XII memberikan persetujuannya terhadap hypnosis, mengubah pandangan Gereja Katolik Roma terhadap hypnosis yang sebelumnya telah melarang hipnotisme hingga pertengahan abad 20. Beliau menyatakan bahwa penggunaan hypnosis untuk diagnosa dan pengobatan oleh tenaga medis profesional diperbolehkan.
Pada tahun 1958 American Medical Association (AMA) menyetujui laporan penggunaan hypnosis untuk kepentingan medis.
Dua tahun setelah persetujuan dari AMA, American Psychological Association (APA) menyetujui hypnosis sebagai cabang dari psikologi dan masuk dalam divisi 30.[2]
Tahun 1961 Ernest Hilgard and André Muller Weitzenhoffer menciptakan Stanford Hypnosis Susceptibility Scale (SHSS).

Milton H. Erickson

Milton H. Erickson (1901 – 1980) adalah seorang Psikiater Amerika Serikat yang mengkhususkan diri pada medical hypnosis dan family terapi. Erickson adalah pendiri dari American Society for Clinical Hypnosis.
Erickson berpendapat bahwa kondisi hypnosis (hypnosis state) atau trance adalah peristiwa alamiah yang kita alami sehari-hari. Erickson meyakini bahwa seorang terapis juga perlu masuk dalam kondisi trance ketika melakukan terapi. Kepiawaian Milton Erickson dalam melakukan hypnotherapy telah menarik perhatian Richard Bandler dan John Grinder, yang kemudian memodel Milton Erickson dan menciptakan Neuro Linguistic Programming (NLP).

Dave Elman

Dave Elman (1900 – 1967) menulis buku berjudul Exploration in Hypnosis[3], serta Hypnotherapy. Teknik induksi yang dilakukan Dave Elman sangat populer dan banyak digunakan oleh para Hypnotherapist dan dikenal sebagai “Dave Elman Induction“.

Dr. John Kappas

Dr. John Kappas (1925 – 2002) adalah tokoh yang mengidentifikasikan 3 tipe sugestibilitas, yaitu :
  1. Emotional Suggestibility / Sugestibilitas Emosional
  2. Phisical Suggestibility / Sugestibilitas Fisik
  3. Intellectual Suggestibility / Sugestibilitas Intelektual

Charles Tebbets

Charles Tebbets

Ormond McGill

Ormond McGill (1913 – 2005), dikenal sebagai The Dean of American Hypnotists. Bukunya yang terkenal dan menjadi panduan para praktisi hipnosis adalah "New Encyclopedia of Stage Hypnosis".


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_hipnosis

Kamis, 18 Desember 2014

Pelatihan Hipnoterapi Semarang

Pelatihan ini akan mengajarkan peserta untuk dapat memahami konsep dan mekanisme Hypnotherapy Fundamental & Hypnotherapy Advanced. Target peserta setelah mengikuti Pelatihan ini adalah dapat melakukan Hypnosis & Hipnoterapi kepada orang lain secara aman dan benar, dan dapat menerapkan aplikasi terapi mental sederhana & Tingkat lanjut melalui teknik Hypnoterapi. Setelah mengikuti Training ini anda akan mendapat Gelar Non Akademis dari The Indonesian Board Of Hypnotherapy "Certified Hypnotist" (CH) & Certified Hypnotherapist (CHt ) dibelakang nama Anda.

Materi Pelatihan :

Fundamental Class (10 Januari 2015) :

Cara Kerja Hypnosis
Conscious Mind, Sub-Conscious Mind, Critical factor, Unconscious mind
Formal Hypnosis & Informal Hypnosis
Aplikasi Hypnosis
SHSS
Test sugestivitas
Pre-Induction
Induction
Deepening
Suggestion
Termination
Anchor
Davis Husbands scale
Teknik therapy sederhana
Self Hypnosis
Perbedaan Stage Hypnotist dan Hypnotherapist
Prosedure Hypnosis yang benar dan aman

Advanced Class (11 Januari 2015) :

Prinsip Client-Centered Therapy
Pre-Induction
Building Rapport
Intake Interview
Exploring Client Modalities
Suggestibility test
Therapeutic Technique
Suggestion Therapy
Regression
Ideo Motor Response
Part Therapy
Anchor
Future Pacing
Desensitization
Affect Bridge
Inner Child Technique
Forgiveness
Gestal dialog


Manfaat Pelatihan:
Mengetahui dan memahami cara kerja otak dan pikiran
Mengetahui rahasia sebenarnya Hypnosis Modern, Hypnotherapy
Menjadikan Anda seorang Hypnotherapist yang BERKUALITAS
Menjadikan Anda lebih TERMOTIVASI dalam hidup
Menjadikan Anda mampu menangani Stress dan Masalah psikis lainnya
Mampu memberikan sugesti dengan baik dan benar
Mampu menjalankan Bisnis Praktek Hypnotherapy
Mampu memanfaat Hypnotherapy untuk menangani kasus-kasus seperti: Trauma, Fobia, menghapus Mental Block, Insomnia, berhenti merokok, stres, ketakutan, kecemasan, mempermudah proses melahirkan, meningkatkan rasa percaya diri, menurunkan berat badan, dll.
Dapat melakukan Stage Hypnosis (hipnosis panggung) seperti yang ditayangkan ditelevisi
Dan lain-lain...

Waktu :
Sabtu-Minggu, 10 - 11 Januari 2015
Pk. 09.00 – 16.00 WIB

Tempat :
By Info

Sistem Pelatihan :
Teori 30% & Praktek 70% (Hands-On Workshop)

Trainer :
Hendri Leksono, S.Si, CH, CHt, CI .IBH
• CEO Reborn Institute & Clinic Hypnotherapy
• Certified Hypnotist (CH ) From Indonesian Board Of Hypnotherapy (IBH)
• Certified Hypnotherapist (CHt ) From Indonesian Board Of Hypnotherapy (IBH)
• Certified Instructor (CI) from Indonesia Board of Hypnotherapy (IBH)
• Founder & Hypnotherapist of Reborn Hypnotherapy

Persyaratan Peserta :
Pendidikan minimal SLTA, usia 18+ dan tidak memiliki hambatan dalam komunikasi verbal (gagap), tidak memiliki hambatan serius dalam kepercayaan diri.

Biaya Pelatihan Normal :
Fundamental Hypnotherapy = Rp 2.000.000,-
Advanced Hypnotherapy = Rp 2.000.000,-

Spesial Discount :

Jika mendaftar Fundamental & Advanced sekaligus masih dapat tambahan potongan sebesar 500 ribu
Jadi
Fundamental + advanced = Rp 3.500.000,-


Pembayaran bisa melalui transfer bank ke:

Bank Central Asia (BCA)
No. Rek. : 2220495569
a/n : Hendri Leksono

Fasilitas :
• Handout/ Modul Training
• Audio & Video Hypnosis
• Mendapat 4 Sertifikat :
1. Certified Hypnotist (Reborn Institute & Clinic Hypnotherapy)
2. Certified Hypnotherapist (Reborn Institute & Clinic Hypnotherapy)
3. Certified Hypnotist (IBH-Indonesian Board of Hypnotherapy)
4. Certified Hypnotherapist (IBH - Indonesian Board of Hypnotherapy)
• Gelar Nasional Non Akademis Certified Hypnotist & Hypnotherapist ( CH&CHt ) IBH
• Member Card IBH
• Mini Web http://www.ibhcenter.org/
• Lunch, dan Coffee Break

Bonus Tambahan:
- EFT (Emosional Freedom Technique)
- SEFT ( Sepiritual Emosional Freedom Technique)

Pelatihan ini cocok untuk Anda:
* Tenaga Pendidik (Guru /Dosen / Trainer / Instructor)
* Wirausahawan & Karyawan
* Tenaga Medis, Dokter, Psikolog, Psikiater dan Therapist
* Mahasiswa/Pelajar,
* Orang tua & anak dan
* Umum

Dress Code :
Bebas & rapi

Info & Registrasi :
Hubungi :
Hendri Leksono, S.Si, CH, CHt, CI
Tlp/HP : 085 6400 77808
Pin BB : 25F913CE
Alamat : Karangsari RT. 03 RW. 06 Sumurejo
Gunungpati Semarang.

Nb:
" GARANSI SAMPAI BISA "

Anda GRATIS MENGULANG mengikuti pelatihan ini " BERKALI_KALI SAMPAI BISA ", Hanya mengganti biaya Konsumsi selama pelatihan!